Rumah layak Huni dan Layak Konstruksi


Rumah Layak Huni.

Rumah bisa dikatakan layak huni apabila memenuhi persyaratan keselamatan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan para penghuninya.
 Di sisi lain, ternyata masih banyak pula khalayak yang kurang peduli dengan kondisi tempat tinggalnya.

Bagaimanakah Rumah yang layak huni tersebut, dan apa kriteria-kriteria yang layak dan pantas suatu rumah dikatakan layak huni.
www.rumahkujambi.com

www.rumahkujambi.com

www.rumahkujambi.com

Salah satunya adalah : Masalah Kesehatan
Faktor Kesehatan

Salah satu kriteria rumah layak huni, atau tidak adalah dari sisi kesehatan.
 Hunian yang dianggap layang haruslah berada di lokasi yang tidak terkena banjir dan tidak lembap. Selain itu, setiap ruangannya haruslah memenuhi persyaratan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik.

Menurut Ilmu arsitektur rumah yang baik, bukan saja layak huni tapi juga layak konstruksi.
Secara Tekhnis Suatu rumah bisa dikatakan layak huni dan layak konstruksi apabila memenuhi persyaratan diantaranya  adalah sbb:

Tata Ruang .

Tata ruang dari rumah tersebut mencukupi untuk kebutuhan dari keluarga yang menghuni rumah tersebut,contoh Tata Ruang cukup tersebut adalah kalau suatu rumah ada ruang tamu,,ada ruang keluarga,dan punya beberapa ruang tidur,serta dapur dan ruang makan dan tentu saja kalau ada gudang buat penyimpanan barang-barang bekas yang belum terpakai.Artinya Rumah tersebut mencukupi kebutuhan tata ruang yang dibutuhkan.
Utilitas :

 Kehadiran utilitas jaringan listrik yang berfungsi, juga menjadi poin penting dari rumah layak huni. Setiap lingkungan perumahan harus mendapatkan daya listrik dari PLN minimum 1300 VA. Kemudian, tersedia pula penerangan jalan umum.

Air Bersih :
 Selain listrik, kehadiran jaringan air bersih dari PDAM atau berasal dari sumur pompa juga wajib tersedia. Syarat air dalam kategori layak dikonsumsi apabila secara fisik terlihat jernih, tidak berbau dan tidak berasa.

Ventilasi Yang Cukup:

 Apakah rumah tersebut tersedia cukup ventilasi untuk penerangan, baik penerangan cahaya alami dari sinar matahari, maupun udara segar yang berasal dari udara alamiah, bukan pendingin ruang seperti AC.
 Jadi mengurangi pemakaian AC dalam ruangan rumah, rumah yang sedemikan rupa bisa dikatakan hemat energy, kenapa penulis katakan hemat energy, pemakaian lampu listrik hanya untuk waktu tertentu saja, sedangkan pada siang hari penerangan cukup pakai penerangan alamiah,sinar matahari, yang langsung bisa masuk keruangandari cukupnya ventilasi dan jendela dari rumah tersebut.

Dimensi Ruang.

 Apa yang dimaksud dengan dimensi ruang, dimensi ruang adalah ukuran dari rumah tersebut, ada standar yang sesuai dengan standard konstruksi yang telah di tetapkan oleh Kemntrian PuPERA .

Contoh ruang tempat tidur standard dimensinya yang umum minimal adalah 3 x 3 m dan bisa lebih.
Ruang tamu dimensi minimal 3 x 3m, Ruang keluarga dimensi minimal bisa 4 x 5m, Ruang tamu dimensi minimal 3 x 3m, Ruang Toilet atau WC minimal  1.5 x 1.5m.
Dan apabila dimensi ruang dari rumah tersebut sesuai dengan standard pada umunya, maka rumah tersebut masuk pada tingkat kategori layak huni.

Tinggi Ruangan.

Berapa idealnya tinggi rumah yang layak huni tersebut,diukur dari lantai sampai ke plafon,ukuran standard umumnya dari lantai sampai plafon cukup 2,80 m, sedangkan dari lantai sampai ke ring balok standardnya cukup 3 meter.
Dengan ukuran standard tinggi seperti itu, orang yang berada dalam rumah tersebut tidak merasa sumpek, karena antara luas dan tinggi seimbang,jadi udara masuk pun menjadi lebih leluasa dalam rumah tersebut
.

Layak Konstruksi : Apa yang dimaksud dengan Rumah yang layak konstruksi.


Rumah yang layak konstruksi ini jelas berhubungan langsung dengan konstruksi dari bangunan tersebut, apa saja konstruksi-konstruksi pendukung dari rumah tersebut diantranya:

 Pondasi,sloof beton bertulang, dinding, tiang atau kolom,rangka atap dan penutup atap.
Pondasi, apakah pondasi yang di pakai  rumah tersebut  sudah layak konstrruksi dan memenuhi standard kekuatan beton yang dinginkan, atau rumah tersebut malah tidak pakai pondasi, banyak juga kita jumpai rumah ternyata tidak pakai pondasi, dan walaupun ada pondasi, tapi tidak sesuai dengan standard konstruksi.

Jenis Pondasi untuk Rumah yang disyaratkan secara konstruksi adalah sbb:
,Pondasi batu kali,pondasi cor beton tanpa tulang, pondasi plat beton, pondasi boorpail dan pondas tinag beton.

 Dan perlu diingat tidak semua jenis pondasi cocok dan layak untuk semua jenis rumah, contoh Rumah yang type besar dan bertingkat, tidak cocok untuk jenis pondasi batu kali ataupun jenis pondasi bata merah atau roolag, dan kalau dipaksakan maka rumah tersebut tergolong tidak layak konstruksi,karena rumah dua lantai tapi dipaksakan pakai pondasi yang satu lantai.

Rumah yang baik dan layak konstruksi.


 Sesuai antara type rumah dengan jenis pondasi yang dipakai, contoh kalau rumah type kecil type 36m2 dan tidak bertingkat, maka pakailah jenis pondasi batu kali, ataupun jenis pondasi roolag bata merah, jangan dipakai jenis pondasi plat setempat,bukan tidak bisa tapi termasuk pemborosan dalam hal pembiayaan, jadi rumah layak konstruksi juga erat hubunganya dalam hal pembiayaan secara ekonomis.

Konstruski lain yang mendukung kriteria rumah layak konstruksi adalah: Tiang atau kolom,rumah layak konstruksi rumah tersebut harus pakai  tiang beton, tiang atau kolom yang dipakai besi pokok 4 buah dan pakai behel jarak 15 sampai 20 cm, dan kolom tersebut harus di cor ke dinding pasangan bata merah.

 Ada juga kadang –kadang rumah yang penulis temukan dilapangan yang kolomnya tidak pakai besi dan tidak di cor, malah hanya pakai bata merah yang dipasang dan disusun sirih, inilah yang termasuk rumah yang tidak layak konstruksi.

Dan sering kami jumpai rumah yang tak layak konstruksi adalah rumah-rumah yang di buat oleh pengembang-pengembang nakal, yang hanya memikirkan untung semata, sehingga banyak rumah yang mereka buat, biasanya rumah type subsidi, baru di huni 3 bulan, dinding sudah retak-retak, dan cendrung mau patah, rumah tidak siku, dan tidak lot, dan Wc/ Kamar mandi yang mampet, tidak punya septitenk.

 Jadi Kesimpulan :
 Rumah yang baik adalah Rumah secara Arsitektur,memenuhi kaidah aristektur yang dapat  terpenuhi pada desain rumah tersebut, adanya tataruang yang baik dan cukup sesuai kebutuhan, dan Secara konstruksi memenuhi standard kekuatan yang telah ditetapkan oleh Kemen PUPERA.

Belum ada Komentar untuk "Rumah layak Huni dan Layak Konstruksi"

Posting Komentar

Terimaksih Anda Telah Berkunjung ke blog ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel