10 Kesalahan Developer Pemula.


10 Kesalahan Developer Pemula.
Developer Pemula, karena baru saja berkecimpung di dunia usaha khususnya developer, tentunya banyak kekurangan-kekuranga  yang tanpa sengaja dilakukan oleh developer pemula.

Akibat dari seringnya melakukan kesalahan tersebut dan tidak tau salahnya dimana, maka secara otomatis akan berimbas ke perusahaan tersebut, bisa-bisa bangkrut, dan perusahaan tersebut tutup untuk selamanya.

Apa saja kesalahan-kesalahan Developer pemula.

1.Dalam hal menentukan lokasi proyek awal, lokasi yang akan dijadikan proyek perumahan.
2.Dalam Hal pengurusan perijinan, legalitas.
3.Tidak tau cara memasarkan produk perumahan mereka.
4.Salah dalam memilih team work, tidak satu visi dengan team kerja.
5.Tidak paham soal ilmu konstruksi.
6.Tidak mengerti ilmu Arsitektur.
7.Sering coba-coba, tidak mau melakukan riset, penelitian, studi banding.
8.Tidak jelas pembukuan proyek.
9.Tidak menguasai pasar/ market pasar.
10.Tidak punya visi yang jelas jadi pengusaha.

Bagaimana mengatasi 10 kesalahan Developer pemula.

1.Dalam hal menetukan lokasi awal proyek.

Inilah saatnya yang paling menentukan, apakah proyek sobat akan berjalan sebagaimana mestinya, dan dapat untung, atau proyek sobat akan berjalan di tempat, ingat salah dalam hal menentukan lokasi proyek awal, maka hilanglah peluang yang ada.

Supaya teman-teman developer pemula, tidak salah dalam hal menetukan lokasi proyek sobat, maka dalam hal ini penulis akan berikan  tips-tips ringan padat, dan terbukti ampuh, karena penulis sendiri yang mempraktekanya, lakukan diantaranya :

-Bagi developer pemula, mereka pantang mendengar kalau ada lahan proyek, lahan untuk bisa dijadikan lokasi perumahan dengan Harga murah, begitu mendengar kata murah, murah dengan arti kata disini adalah harga jual, jauh dari harga pasar NJOP.

Begitu mendengar ada lahan dengan harga murah, mereka biasanya langsung beli, main sambar ajah, tanpa mereka melihat langsung lokasinya tanahnya berada dimana, biasanya main percaya saja dengan orang lain alias calo tanah.

Pertanyanya, apakah tanah tersebut, layak dijadikan lahan perumahan, atau tidak, itulah gunanya melakukan survey.

Apakah lahan tersebut, tidak dalam bersengketa, dengan pihak ketiga, atau pihak kelima, karena jaman now begini, banyak orang yang mengaku, ngaku tanah mereka, padahal yang ditunjuk itu adalah lahan orang lain.

Apakah lahan tanah tersebut, sudah sesuai dengan aturan, Rencana tat ruang daerah setempat, krena berdasarkan RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah) ijin atau legalitas bisa terbit, kalau suatu lahan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota.

Bagaimana dengan Drainase air buangan di lokasi tanah tersebut, apakah di sekitar lokasi tanah tersebut ada anak sungai kecil, yang airnya mengalir, apakah lokasi tanah tersebut bebas banjir, dan bagaimana dengan Air bersih...

2.Dalam Hal pengurusan perijinan, legalitas.

Sering dalam hal ini, developer pemula bingung bagaimana cara pengurusan perijinan perumahan, darimana memulai untuk  urus ijin dan Instansi mana yang terkait dengan urusan perijinan tersebut.
Biasanya developer pemula jarang mau susah, mereka tidak pernah mau terjun langsung dalam hal urusan perijinan, tapi lebih memilih orang lain, atau calo dalam hal pengurusan perijinan, inilah masalahnya, iya kalau calonya benar, kalau tidak habislah pengusaha tersebut, uang habis, tapi ijinya tidak pernah terbit.

3.Tidak tau cara memasarkan  prodak perumahan mereka.

Karena sesuai dengan namanya Developer pemula, tentu saja baru dalam segala hal,termasuk juga belum tau cara memasarkan  produk rumah, inilah kendalanya.

Bagi developer pemula, mereka jualan rumahnya seperti marketing tradisional, apa dan bagaimana marketing tradisional tersebut, mereka lebih cendrung menunggu calon pembeli di lokasi proyek, tanpa pernah mengejar calon pembeli.

Developer pemula biasanya tidak punya rumah contoh, tidak punya brosur perumahan, dan tidak ada marketing sales yang ditunjuk secara profesional,  cara kerja mereka serambangan, semuanya pekerjaan diambil alih oleh beberapa orang saja, tidak melek teknologi.

4. Salah dalam memilih team work, tidak satu visi dengan team kerja.

Developer pemula, bingung dalam mancari team work, mereka biasanya lebih cendrung buka perusahaan dengan sistem kekeluargaan, bahayanya disini adalah, sistem kekeluargaan pasti tidak profesional, biasanya mereka susah diatur karena masing-masing anggota keluarga tersebut, beranggapan bahwa inikan perusahaan keluarga, jadi anggapan mereka adalah, mereka juga berhak mengatur, sehingga tidak jelas job masing-masing anggota, inilah awal dari kehancuran dari perusaahn tersebut.

5. Tidak paham soal ilmu Konstruksi.

Bagi kebanyakan Developer pemula, mereka tidak paham ilmu konstruksi, dan juga ilmu tentang Arsitektur, tapi cerobohnya mereka kadang-kadang juga tidak mau konsultasi dengan konsultan perencana, sehingga dalam hal perencanaa proyek perumahan pun mereka biasanya  main tebak-tebak saja, meniru-niru dan menebak-nebak, kira-kira desainya seperti ini, dan seperti  itu, jadi sebenarnya merek pun bingung bagaimana cara untuk memulai. Alhasil sudah jelas, apabila suatu desain dari awal sudah tidak benar, dan di rancang sesuai dengn kaidah Ilmu arsitektur, maka sudah di pastikan proyek tersebut gagal total.

6.Tidak paham Ilmu Arssitektur, ini sama kasusnya dengan nomor 5 diatas.

7. Sering coba-coba, tidak mau melakukan riset, penelitian, studi banding.

Inilah hebatnya Developer pemula,biasanya mereka cendrung pasif, buka usaha developer biasanya coba-coba, buka perusahaan kadang-kadang karena terinspirasinya,oleh  teman yang telah sukses terlebih dahulu dibidang bisnis ini, mereka lupa, bisa sukses itu butuh perjuangan yang panjang, dan perlu proses, tidak bisa seperti sim salabim, seperti amin sulap, alhasil pebisnis seperti ini biasanya bertahanya hanya dalam hitungan bulan saja, habis itu hijrah tak tau rimbanya lagi.

8. Tidak jelas pembukuan proyek.

Ini yang tak kalah penting bagi Developer pemula, mereka ini hebat sekali, segala sesuatu yang berhubungan dengan uang keluar dan uang masuk, mereka tidak pernah punya catatan yang jelas, mereka cendrung main hapalan saja, kalaupun di catat itu hanya di secarik kertas, yang tidak jelas,nanti catatan di kertas itu hilang, entah kemana, sehingga  uang larinya kemana dan di belanjakan untuk apa itupun tidak jelas rimbnay, perusahaan seperti ini tentu saja menunggu rubuhnya saja.

9. Tidak menguasai pasar/ market pasar.

Bagaimana anda bisa menjual suatu prodak, dan dijual kepada siapa, dan pangsa pasar dimana, target hendak dicapai apa, inilah salah satu kelemahan dari Developer pemula, mereka tidak tau market pasar mereka sehingga kebingungan dalam menjual produk rumah mereka.

Seharusnya disaat mereka menetukan proyek awal, menentukan lokasi perumahan untuk pertama kali, disaat itulah mereka seharusnya melakukan riset kecil-kecilan terhadap, market calon pembeli dari perumahan nanti yang mereka  akan buat, mereka bisa ancang-ancang,ada apa saja di sekitar lokasi tersebut, jarak dari lokasi ke Radius 2 km, di sekitar lokasi ada apa saja, apakah sekitar lokasi tersebut ada industri, perkantoran, pusat bisnis ataupun pusat pemerintahan, bisajuga pusat pendidikan, inilah yang di sebut dengan market pasar.

10. Tidak punya visi yang jelas jadi pengusaha.

Nah ini yang sangat penting, punya visi dan misi yang jelas jadi pengusaha, kalau sobat ditanya orang apa misi dan visi anda kalau jadi pengusaha developer.

Jelas disini misi ingin meningkatkan kehidupan yang lebih layak dari yang ada sekarang, kehidupan yang  layak tersebut, bukan hanya untuk sobat saja sebagai pengusaha, tapi juga buat karyawan dan orang-orang yang terlibat di proyek tersebut, dan juga lingkungan dimana proyek  tersebut, berdomisili.

Visi sudah jelas ingin mencerdaskan kehidupan karyawan, keluarga, dan juga lingkungan di sekitar lokasi proyek tersebut berada, sehingga dengan adanya proyek tersebut,akan mampu mnyerap tenaga kerja lokal, dan mengurangi angka pengangguran di sekitar lokasi proyek tersebut.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Kesalahan Developer Pemula."

Posting Komentar

Terimaksih Anda Telah Berkunjung ke blog ini.