Developer Jurus Dewa Maut

Developer Jurus Dewa Maut.
Anda taukan? dewa maut, kalau dewa maut sudah masuk turun gunung, maka dunai persilatan di dunia ini jadi gaduh, susah mencari pendekar manapun untuk dijadikan lawan tanding dengan Dewa maut, namanya juga dewa maut, yang berhadapanya denganya yah pasti maut menunggu...anda mungkin pernah menonton film serial Wiro sableng, kurang lebih penulis ambil ide cerita dari film itu, ada kemiripan pemirsa dari cerita dewa maut, yang menjelma jadi Developer.

Mitra bisnis saya pemirsa type pengusaha developer yang menerapkan cara dewa maut ini pemirsa, kenapa saya katakan demikian, karena bagi dia kalau sudah ketemu dengan lahan tanah di manapun letaknya, asalkan bisa dijadikan kawasan perumahan, pasti didatangin sama dia, ditanyain sama dia siapa yang punya, dimana alamat yang punya, kadang-kadang seperti banyak duit saja dia pemirsa, mau tanya-tanya harga tanah orang, padahal, heheheh.......disinilah jurus dewa maut mulai beraksi.

Mari pemirsa kita kaji lebih dalam cara dewa maut bernegosiasi dengan pemilik lahan, dengan modal hanya air ludah tok, tanpa mengeluarkan uang seperpun, tapi hebatnya dia mampu mengeksekusi lahan tanah tersebut tanpa terjadi pertumpahan darah, luar biasa, ini namanya kudeta tanpa kekerasan, anda mungkin heran, apa pula yang dimaksud dengan kudeta tanpa kekerasan, soo anda bayangkan, mitra bisnis saya ini mampu, ambil tanah orang, dan balik namakan sertifikat yang semula Hak Milik, SHM, menjadi Hak Guna Bangunan,SHGB, tanpa bayar seditikpun ke yang punya lahan, kayak Rampok ajah, yah..

Bagaimana cara seperti diatas bisa terjadi, apakah ini hanya karangan cerita saja, ambil tanah orang, tapi tidak perlu keluarkan uang, teknik jitu, bagi developer yang punya modal recehan seperti saya ini pemirsa, ini yang akan kita bahas saudaraku, simaklah baik- baik, mana tau ada menfaatnya.

Pertama, cari lahan tanah yang menurut pendapat anda layak untuk dikembngkan jadi kawasan perumahan.
Selanjutnya, carilah lah sipemilik lahan tersebut, kalau bisa hindari ketemu calo, kalau toh harus ketemu calo tanah, tidak apa-apa karena hal ini lumrah  terjadi kalau bisnis yang berhubungan dengan tanah, pasti ada calonya, bujuk rayu calo tanah tersebut, supaya bisa ketemu dengan yang punya lahan atau tanah, nah kalau anda sudah ketemu dengan yang punya lahan tersebut secara langsung, disinilah terpakai jurus dewa maut.

Ajaklah yang punya lahan, bincang-bincang, ngalor ngidul, intinya bagaimana cara supaya kita bisa lebih akrab dengan yang punya lahan, itu yang terpenting guys, anda tau prinsip bisnis, bisnis adalah kepercayaan, bagaimana menumbuhkan rasa trust rasa percaya orang lain dengan kita, itu penting, apabila sudah akrab, rasa trus sudah mereka miliki terhadap kita sebagai developer yang handal, langkah selanjutnya adalah urusan mudah.
Biasanya sipemilik lahan atau tanah, lebih cendrung lahan mereka jual putus, ataupun tidak biasanya juga sipemilik lahan ingin jual dengan cara putus, tapi bisa diangsur alias dicicil, nah bagi developer kelas teri seperti saya ini guys, kedua skema cara diatas, pasti tidak sanggup,, karena harus keluarkan uang dimuka, sedangkan jurus dewa maut, sebaliknya, tidak keluarkan uang dimuka, tapi nanti bayarnya, sedangkan yang penting sekaang adalah bisa menguasai tanah, lahan mereka, dan dibalik nama atas nama PT, SHGB, Sertifikat Hak Guna Bangunan.

Cara yang kedua, mainkan jurus dewa maut.
Developer dalam hal ini yang akan menguasai tanah tersebut, akan membuat skema cara damai, biasanya kami developer modal cekak, akan menawarkan sistem kerjasama dengan si pemilik lahan, ajaklah si pemilik lahan dalam hal ini, sebagai mitra bisnis anda, ini yang lebih afdhol, tapi dengan syarat tanah lahan tersebut harus mau di balik nama atas nama PT. dari SHM menjadi SHGB, padahal tanahnya belum dibayar, mungkinkah sipemilik lahan mau, ini resiko sangat besar bagi sipemilk lahan, anda bayangkan saja, lahanya dia belum di bayar sepersen pun, tapi tanahnya sudah di balik nama atas nama PT, artinya sipemilik lahan dalam hal ini secara hukum, hak tanah tersebut sudah berpindah kelain hati, hehe maksudnya ke Developer, ini namanya developer ngerampok tanah orang, tapi tenang dulu guys, ini yang akan saya jelaskan caranya.

Mungkinkah sipemilik lahan mau melakukan hal itu? tanahnya belum dibayar, tapi Sertifikat hak kepemilikanya, sudah dipindah tangan atas nama PT, jawabanya mungkin iya, mungkin tidak, tergantung cara negosiasinya seperti apa, yang terpenting dalam hal ini bagaimaa cara supaya si pemilik lahan, dapat uang dari tanahnya, sedangkan developer bisa menggarap tanah tersebut untuk dijadikan uang.ini cara yang jitu.

Untuk menyakinkan si pemilik lahan cara tersebut diatas, sebenarnya tidaklah sulit, cara ini lah guys, yang sering dan sampai sekarang penulis lakukan, karena yah itu tadi saya termasuk developer yang modalnya nekat, hanya modal kemauan dan kepercayaan, yang intinya untuk beli lahan tanah secara langsam no money, tidak ada hepeng.
Buatlah skema kerjasama yang saling menguntungkan dengan si pemilik lahan.
Biasanya kami developer akan menawarkan tiga skema kerjasama ini.
-Skema kerjasama bagi hasil.
-Skema sistem di bayar cicil/diangsur.
-Skema pemegang saham.

-Skema kerjasama bagi hasil, ini sifatnya umum, artinya si pemilik lahan atau tanah, punya modal tanahnya tersebut, yang berupa aset, sedangkan si developer, adalah yang mendanai dan mengelola proyek tersebut, sampai bisa dijadikan uang, sistem bagi hasil ini juga tergantung porsinya, sesuai kan saja dengan kesepakatan, biasanya penulis sendiri memberikan profit bersih ke sipemilik lahan 10-20 persen, dari nilai keuntungan.

-Skema sistem di bayar cicil/diangsur.
Cara seperti ini sipemilik lahan, akan mendapatkan bayaran tanahnya tersebut, setelah terjadi akad kredit, kalau terjadi akad jual beli antara developer dengan calon custumernya seberapa unit yang laku pada saat itu, itulah yang di bayar developer ke sipemilik lahan, contoh kalau dalam perencanaan proyek anda jumlah unitnya 80 unit, sedangkan yang laku baru hanya 10 unit, maka yang dibayarkan developer ke sipemilk lahan yah 10 unit tadi.

Kedua cara tersebut diatas, biasanya kalau belum juga deal si pemilik lahan, karena belum tentu juga si pemilik lahan langsung setuju dengan cara developer, karena menyangkut masalah legalitas lahan yang sudah berpindah nama ke PT.
Maka pakai cara yang terakhir, biasanya cara ini ampuh, dan secara hukum pun, sipemilik lahan tidak dirugikan.

-Skema Pemegang Saham.
Cara ini biasanya paling ampuh dan mudah, tapi sedikit beresiko kepada developer, dalam hal ini yang punya PT, masukan si pemilik lahan sebagai pemegang saham di perusahaan anda guys, beri dia saham 5 sampai 10 persen saja, robah akte pendirian, dengan masuknya sipemilik lahan sebagai pemegang saham.

 Maka otomatis tanah dan lahanya mudah untuk dijadikan SHGB atas nama PT, karena si pemilik lahan dalam hal ini membawa aset, biasanya cara seperti ini paling ampuh, karena sipemilik lahan tidak perlu khawatir merasa di bohongin oleh si developer, karena si pemilik lahan secara otomatis, juga sebagai komisaris di perusahaan  tersebut.

Bagaimana menurut pendapat anda, mungkin diantara pemirsa ada yang punya pengelaman seperti penulis, tapi kalaupun anda orang yang baru mencoba sebagai developer dengan modal cekak, cara yang penulis lakukan ini juga bisa diterapkan.selamat mencoba.
Anda ingin pasarkan prodak anda disini iklan gratis




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Developer Jurus Dewa Maut"

Posting Komentar

Terimaksih Anda Telah Berkunjung ke blog ini.