Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pekerjaan Konstruksi Tanah dan Pasir,Serta Galian Pondasi


Artikel ini kelanjutan dari artikel sebelumnya, yakni persiapan pekerjaan  konstruksi gedung.
Setelah melakukan pekerjaan persiapan konstruksi gedung , maka tugas kontraktor gedung atau pelaksana gedung selanjuntnya adalah, masuk pada tahap pekerjaan Tanah dan Pasir.
Apa-apa saja yang pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan Tanah dan Pasir, ini masuk pada tahap 3.

TAHAP III


PEKERJAAN TANAH DAN PASIR

Pekerjaan Tanah merupakan pekerjaan pengolahan tanah sebelum pelaksanaan pembangunan. 

Ada 3 jenis pekerjaan tanah yaitu:

A. Pekerjaan Galian Tanah

  Pekerjaan galian tanah merupakan pekerjaan pembuatan lubang galian untuk pondasi. Ukuran dari galian tanah tergantung dari ukuran pondasi yang akan dibuat.
www.rumahkujambi.com

www.rumahkujambi.com










B. Pekerjaan Urugan Pasir

Sebelum pekerjaan pondasi dikerjakan, perlu dilakukan penaburan pasir urug di sepanjang galian pondasi dengan tujuan untuk menghindari tercampurnya adukan-adukan dan tanah liat.
 Ketebalan urugan pasir minimal 5 cm.







TAHAP IV

PEKERJAAN PONDASI

             Pondasi berperan penting dalam menopang suatu bangunan karena merupakan komponen struktur bawah yang berfungsi untuk meneruskan gaya dari segala arah bangunan di atasnya ke tanah.

 Secara umum terdapat 2 jenis pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.
 Pondasi dangkal dipakai pada bangunan di tanah-tanah keras atau bangunan sederhana. 
Sedangkan Pondasi dalam dipakai pada bangunan di tanah-tanah lembek, bangunan berbentang lebar serta bangunan bertingkat.
 Selain dua jenis pondasi tadi, masih banyak lagi jenis pondasi yang ada yaitu:
A. Pondasi Lajur Pasangan Batu

Pondasi ini digunakan untuk bangunan-bangunan sederhana pada tanah asli yang cukup baik. Biasanya kedalaman pondasinya  60 – 80 cm dengan lebar tapak sama dengan tingginya.

Material yang diperlukan untuk membuat 1m3 pondasi ini yaitu:
Batu Belah sebanyak 1,2 m3
Pasir Pasang sebanyak 0,324 m3
Semen PC sebanyak 4,32 zak

B. Pondasi Tapak / Pondasi Pelat Beton Setempat

Pondasi ini biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan diatas tanah lembek.
 Pembuatan pondasi ini dapat di kombinasikan dengan pondasi batu kali atau langsung dengan sloof beton berdimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat disiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dilakukan pengembangan bangunan ke atas. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan pondasi pelat beton adalah:

Batu Pecah [Split 2/3]
Pasir Beton
Semen PC
Besi Beton
Papan Kayu untuk Begesting

 blog property jambi



Kelebihan menggunakan pondasi pelat beton yakni:

Biayanya lebih murah

Galian tanah lebih sedikit karena hanya dilakukan pada titik yang ada kolom strukturnya saja untuk pemasangan pondasi

Untuk bangunan bertingkat, penggunaan pondasi ini lebih andal dibanding pondasi batu kali atau batu belah.

Kekurangan menggunakan pondasi pelat beton yakni:

Harus disiapkan begesting atau cetakan terlebih dahulu sehingga persiapannya lebih lama

Dipelukan waktu lama saat pengecoran karena harus menunggu hingga kering sesuai umur beton

Tidak semua tukang dapat mengerjakan pembuatan pondasi ini
Diperlukan pemahaman terhadap Ilmu struktur

Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal saat penggalian tanah sehingga diharapkan selesai setelah penggalian tanah selesai.

C. Pondasi Pelat Beton Jalur/Lajur

Pondasi ini digunakan bila luas penampang untuk menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar.

Kelebihan menggunakan pondasi pelat beton jalur/lajur yakni:
Biayanya lebih murah

Galian tanah lebih sedikit karena hanya dilakukan pada titik yang ada kolom strukturnya saja

Untuk bangunan bertingkat, penggunaan pondasi ini lebih andal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertical maupun gaya horizontal.

Kekurangan menggunakan pondasi pelat beton jalur/lajur yakni:
Harus disiapkan begesting atau cetakan terlebih dahulu sehingga persiapannya lebih lama

Dipelukan waktu lama saat pengecoran karena harus menunggu hingga kering sesuai umur beton

Tidak semua tukang dapat mengerjakan pembuatan pondasi ini
Diperlukan pemahaman terhadap Ilmu struktur

Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal saat penggalian tanah sehingga diharapkan selesai setelah penggalian tanah selesai.
www.rumahkujambi.com

D. Pondasi Sumuran

Pondasi Sumuran merupakan pondasi dalam yang dicor ditempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya.

 Disebut sumuran karena pondasi ini dimulai dengan penggalian tanah berdiameter 60 – 80 cmseperti menggali sumur. 

Material yang dibutuhkan untuk membuat pondasi sumuran yaitu:
Batu Pecah [Split 2/3]
Pasir Beton
Semen PC






E. Pondasi Strouspile dan Borpile

             Pondasi Strouspile dikategorikan sebagai pondasi dangkal, tetapi digunakan untuk beban yang tidak terlalu berat.

 Cara kerja pemasangan pondasi ini adalah pengeboran tanah dengan diameter sesuai perhitungan struktur diameter pondasi, selanjutnya digunakan casing dari Pipa PVC yang dicor sambil diangkat casingnya.

             Sistem kerja Pindasi Borpile hampir sama dengan Pondasi Strouspile, hanya saja peralatan yang digunakan untuk membuat pondasi borpile lebih modern serta pondasi borpile bisa digunakan untuk bangunan bertingkat.

 Kebutuhan bahan untuk membuat 1 m3 beton bertulang pondasi strouspile yaitu:

Batu Pecah [ spilt 2/3 ] sebanyak 0,83 m3
Pasir Beton sebanyak 0,54 m3
Semen PC sebanyak 8,5 zak

Posting Komentar untuk "Pekerjaan Konstruksi Tanah dan Pasir,Serta Galian Pondasi"